Tuesday, November 19, 2013

Pengiriman Data Multimedia melalui Jaringan

Keamanan Pengiriman Data Multimedia Dalam Jaringan

Pada dasarnya pengiriman data melalui jaringan diperlukan keamanan agar data tersebut tetap utuh setelah sampai ke tujuannya, karena data yang dikirimkan itu bersifat penting dan rahasia. Jangan sampai data data tadi, diketahui oleh pihak ketiga (hacker dan cracker), sehingga data data tersebut tidak secure kembali, bahkan data tersebut dapat dirusak. Untuk itu selain diperlukan keamanan dalam konteks datanya sendiri, keamanan dalam jaringannya juga sangat diperlukan.

Dibawah ini merupakan beberapa metode atau cara yang biasanya digunakan oleh hacker dan cracker untuk menyusup masuk ke dalam jaringan:
1.   Spoofing
Merupakan salah satu bentuk penyusupan dimana biasanya hacker atau cracker memalsukan identitas user sehingga hacker atau cracker bisa login ke sebuah jaringan komputer secara ilegal.
2.   Scanner
Merupakan bentuk penyusupan yang dapat dilakukan hacker atau cracker dengan menggunakan sebuah program. Dimana program tersebut secara otomatis akan mendeteksi kelemahan sistem keamanan sebuah jaringan komputer di jaringan lokal ataupun komputer di jaringan lain.
3.   Password Craker
Merupakan salah satu cara, sama halnya dengan Scanner, menggunakan program, tetapi bedanya program ini dapat mengetahui password yang telah dienkripsi.
Maka dari itu, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti diatas, diperlukan teknik teknik untuk menjaga keamanan data pada saat data tersebut dikirim dan pada saat data tersebut telah disimpan di jaringan komputer sampai akhirnya data tersebut masih tetap utuh ketika sampai di penerima. Berikut beberapa teknik pengamanan data yang ada saat ini:
  • Internet Firewall.
Suatu Jaringan komputer baik terhubung dengan internet maupun tidak, diperlukan yang namanya Internet Firewall untuk menjaga keamanan jaringan. Internet Firewall ini berfungsi untuk mencegah akses dari pihak luar ke sistem internal. Dengan adanya Internet Firewall ini maka otomatis data data yang ada di dalam jaringan komputer tidak dapat diakses oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.
  • VPN
Merupakan kependekan dari Virtual Private Network. VPN merupakan sebuah cara yang aman untuk mengakses local area network yang berada  pada luar jangkauan network. Yaitu dengan menggunakan internet atau jaringan umum lainnya untuk  melakukan transmisi data paket secara pribadi (remote access).
  • Secure Socket Layer (SSL)
Merupakan salah satu cara pengamanan jalur pengiriman data yang melalui internet, menghindarkan dari penyadapan data oleh pihak tak bertanggungjawab. Maka browser sudah dilengkapi dengan Secure Socket Layer yang berfungsi untuk menyandikan data. Dengan cara ini, komputer komputer yang berada diantara komputer pengirim dan penerima tidak dapat lagi membaca isi data yang dikirimkan.
  • HTTPS
Merupakan protokol transfer hypertext secara aman, versi aman dari HTTP. Selain menggunakan komunikasi plain text, HTTP juga menyandikan data menggunakan protokol SSL. HTTPS menjamin tiga keamanan berikut:
Autentikasi Server: Memungkinkan memiliki kepercayaan bahwa mereka sedang berbicara kepada server aplikasi sesungguhnya.
Integritas Data : eavesdropper tidak dapat mengerti komunikasi antara pengguna dan server web, karena data tersandi.
Kerahasiaan Data : Penyerang jaringan tidak dapat merusak atau mengubah isi komunikasi antara peramban pengguna dengan server web.


Pengiriman Data Multimedia Melalui Aplikasi Berbasis Web
Pada dasarnya data multimedia dapat ditransmisikan atau di kirimkan dalam berbagai macam media aplikasi, seperti aplikasi berbasis desktop, web, ataupun mobile. Data multimedia yang ditransmisikan pun beragam, seperti teks, gambar, audio, maupun video. Masing-masing dari jenis aplikasi dan ragam data multimedia tersebut memiliki cara tersendiri dalam melakukan transmisi data. Untuk kali ini akan dibahas mengenai pengiriman data multimedia melalui aplikasi berbasis web.
1.       Pengiriman Data Teks
Jika anda pernah menggunakan email atau chat client,  seperti gmail atau yahoo messenger, maka anda sudah pernah mentransmisikan data berupa teks dalam jaringan internet. Protokol yang biasa digunakan adala SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) dan POP3 (Post Office Protocol version 3). Kedua protocol biasa digunakan beriringan, jika client mengirim data teks, maka menggunakan SMTP. Dan jika menerima data teks, maka menggunakan POP3. Dalam presentasi, dijelaskan aplikasi email client Mozilla Thunderbird, yang menggunakan protocol IMAP (Internet Messages Access Protocol) sehingga memudahkan sinkronisasi webmail login dari berbagai macam email client dalam satu tempat.
2.       Pengiriman Data Gambar
Sejatinya pengiriman data gambar tidak jauh berbeda dengan pengiriman data teks. Hanya berbeda di jenis datanya saja. Salah satu bentuk aplikasi web untuk transmisi gambar adalah Google Maps. Google Maps memiliki database gambar berdasarkan ketinggian, sehingga ketika anda melakukan zoom pada map maka saat itu anda sedang meminta data gambar yang baru. Fitur-fitur pada Google Maps membuatnya dapat menampilkan gambar sesuai dengan zoom yang dinginkan, melakukan marking, trekking rute, dan lain-lain.
3.       Pengiriman Data Audio
Transmisi data audio maupun video biasa kita sebut dengan streaming. Yang membedakan hanyalah jika audio hanya suara, video berupa suara dan visualisasi. Dalam presentasi ini dijelaskan aplikasi web, ShoutCast, merupakan aplikasi yang dapat mengirimkan data audio secara broadcast kepada media player client. Format audio yang didukung berupa MP3 dan ACC. Aplikasi ini memiliki model Client-Server dan menggunkan protocol khusus, yaitu Ultrafox 2.1, yang merupakan pengembangan dan protocol HTTP. Dalam mentransmisikan data audio, dapat kita sisipkan metadata, yaitu file yang berisi mengenai informasi terkait dengan data audio tersebut.
4.       Pengiriman Data Video
Dalam pengiriman data video, ada beberapa metode yaitu streaming, progressive download, dan adaptive streaming. Metode streaming biasa seperti diketahui yaitu server mengirimkan data yang diminta klien dan browser klien langsung menjalankan data video tersebut, kualitas video dengan menggunakan metode ini sangat bergantung kepada bit rate dari koneksi klien. Progressive download merupakan metode dimana kita menyimpan terlebih dahulu data video secara temporary di cache harddisk, kemudian di jalankan pada browser. Kelebihannya kualitas video tetap terjaga, hanya bergantung dari kecepatan download dari koneksi klien.
Kemudian ada metode Pseudo Streaming, merupakan gabungan kelebihan antara streaming dan progressive download. Dalam pseudo streaming, data video dipecah menjadi bagian-bagian kecil, sehingga kita dapat melihat data video dari detik berapapun. Aplikasi yang menggunakan Pseudo streaming adalah Youtube.
Kemudian ada metode Adaptive Streaming, dimana dalam metode ini diterapkan kecerdasan untuk membaca bitrate dari keoneksi dari klien. Apabila bit rate rendah maka akan dikirimkan data video dengan kualitas rendah, dan apabila bit rate tinggi makan dikirimkan data video kulaitas tinggi. Metode ini sudah diadopsi oleh beberapa perusahaan software terkemuka, Adobe dengan RTMP (Real Time Messaging Protocol), Apple dengan HLS (HTTP Live Streaming), dan Microsoft dengan Smooth Streaming.

sumber :
http://parampaaland.wordpress.com/2012/12/15/keamanan-pengiriman-data-multimedia-dalam-jaringan/
http://almiradesti.blogspot.com/2012/11/pengiriman-data-multimedia-melalui.html

Protokol Multimedia dan QoS

-  Pada sistem multimedia terdistribusi, dibutuhkan protokol jaringan yang mengaturnya.
-  Jaringan komputer : seperangkat komputer otonom yang secara eksplisit terlihat (secara eksplisit teralamati) dan terhubung satu-sama lain. [Tanembaum, 1996]

-  Tipe jaringan komputer:
  1. Local Area Network (LAN) : jaringan kecepatan tinggi pada suatu lingkungan lokal tertentu. 
  2. Metropolitan Area Network (MAN) : jaringan kecepatan tinggi untuk node yang terdistribusi dalam jarak jauh (biasanya untuk satu kota atau suatu daerah besar)
  3. Wide Area Network (WAN), komunikasi untuk jarak yang sangat jauh.  Contoh: Internet
  4. Wireless Network, peralatan end-user untuk mengakses jaringan dengan menggunakan transmisi radio pendek atau sedang.
  • Wireless WAN : GSM (sampai 20 Kbps)
  • Wireless LAN/MAN : WaveLAN (2-11 Mbps, sampai 150 m)
  • Wireless PAN (Personal Area Network) : bluetooth (sampai 2 Mbps, jarak < 10 m)

 =======================


-  Protokol adalah persetujuan tentang bagaimana komunikasi diproses antara 2 node.
-  Protokol jaringan yang paling umum digunakan sekarang ini adalah protokol jaringan berbasis IP (Internet Protocol) 



Arsistekur Protokol Berlapis
        1
o Tiap layer menerapkan suatu protokol tertentu Pn
o Data pada tiap layer akan diformat sesuai dengan Pn
o Layer N suatu node akan berkomunikasi dengan Layar N pada node lainnya
o Antar layer saling berinterkoneksi dengan menggunakan nservice
o Arsitektur Node A dengan Node B harus memiliki arsitektur yang sama

 Perbedaan OSI Network Layer dnegan TCP/IP Layer




 =======================

Protokol IP (Internet Protocol)
- Berdasarkan RFC 791
- Fungsi penting IP:
o Menentukan jalur yang ditempuh antara pengirim dan penerima.
o Switching : memindahkan paket dari input router ke output router yang sesuai
o Call Setup : beberapa arsitektur jaringan membutuhkan setup koneksi dahulu.
         2
- Format Datagram IP
        3
- IPv4 (tahun 1982) menggunakan panjang alamat sebesar 32 bit yang dibagi menjadi 4 komponen, sedangkan IPv6 menggunakan  128 bit
- Pengalamatan IPv4 (tahun 1994) dibagi menjadi 5 kelas:
       4
- IP versi 6 distandarisasi dengan RFC 2460
o Alamat menggunakan : (semicolon) hexadesimal ex: 69dc:8864:ffff:ffff:0:1280:8c0a:ffff
o Yang sama jika ditulis secara desimal dengan IPv4 = 105.220.136.100.255.255.255.255.0.18.128.140.10.255.255
======================= 
Protokol TCP (Transmission Control Protocol)
- RFC 793
- Menyediakan komunikasi logika antara proses aplikasi yang berjalan pada host yang berbeda
        5
- Ada dua protokol : TCP dan UDP (User Datagram Protocol)
1. Protocol UDP
  •  Menyediakan layanan transport unreliable dan connectionless
    • Tidak menjamin urutan pengiriman
    • Setiap paket memiliki alamat tujuan
    • Duplikasi message sangat dimungkinkan
    • Memfasilitasi multicasting (transmisi data pada subset network yang telah disepakati)
Contoh: semua protokol multimedia yang tidak memerlukan error koreksi. Misal RTP (Real-time Transport Protocol)
2.  Protocol TCP
  • Menyediakan layanan transport connection oriented dan reliable:
      • Adanya pengecekan error menggunakan mekanisme acknoledgment
      • Dijaga urutan message
      • Segmentasi data stream dari lapisan aplikasi
      • Komunikasi duplex (2 arah)
TCP Tidak cocok untuk protocol multimedia, karena:
      • TCP akan menghentikan pengiriman data jika terjadi kemacetan.
      • Tidak real-time
      • Terjadi timbal balik dari penerima ke pengirim jika pengoriman sukses. Pada multimedia tidak diperlukan error koreksi, TCP retransmission dapat menyebabkan jitter (perbedaan waktu antara waktu keberangkatan dan
        kedatangan).
=======================
Protokol HTTP
  • The most popular protocol
  • Pada RFC 2616, HTTP didefinisikan sebagai :“The Hypertext Transfer Protocol (HTTP) is an application-level protocol for distributed, collaborative, hypermedia information systems.”
  • HTTP 1/0 (non-pesistent) dan HTTP 1/1 (persistent)
  • Bersifat stateless (server tidak memelihara informasi dari client sebelumnya)
  • Method umum: GET, POST, dan HEAD
  • HTTP mendukung : cookie dan HTTP Authentication
 =======================

Streaming Protocol
  • RSVP – Resource Reservation Protocol,digunakan untuk mereserve bandwith sehingga data dapat tiba ditujuan dengan cepat dan tepat.
  • SMRP – Simple Multicast Routing Protocol, Protocol yang mendukung ‘conferencing’ dengan mengganda-kan (multiplying) data pada sekelompok user penerima
  • RTSP – Real-Time Streaming Protocol (RFC 2326), digunakan oleh program streaming multimedia untuk mengatur pengiriman data secara real-time, tidak bergantung pada protokol Transport. Metode yang ada: PLAY, SETUP, RECORD, PAUSE dan TEARDOWN. Digunakan pada Video on Demand
  • RTP – Real Time Transport Protocol (RFC 1889), suatu standard untuk mengirimkan data multimedia secara real-time, bergantung pada protokol Transport. Berjalan diatas UDP tapi bisa juga diatas protokol lain
  • RTCP – Real-Time Control Protocol, Protocol QoS (Quality of Service) untuk menjamin kualitas streaming.Merupakan bagian pengkontrolan paket data pada RTP

=======================
QUALITY OF SERVICE (QoS)
Beberapa parameter QoS:
- Data Rate: ukuran kecapatan transmisi data, satuannya kbps or Mbps
- Latency (maximum packet delay) : waktu maksimum yang dibutuhkan dari transmisi ke penerimaan yang diukur dengan satuan milidetik
o Dalam voice communication: <= 50 ms
- Packet Loss / Error : ukuran error rate dari transmisi packet data yang
diukur dalam persen.
o Packet hilang (bit loss) yang biasanya dikarenakan buffer yang terbatas, urutan packet yang salah termasuk dalam error rate
o Packet Loss = Frame dari Transmitter – Frame dari Receiver
- Jitter : ukuran delay penerimaan paket yang melambangkan smoothness dari audio/video playback.

sumber :  lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/multimedia9.pdf

Perbedaan Streaming dan Download

Download adalah proses transmisi sebuah file dari sebuah sistem computer ke sistem komputer yang lainnya. Dari internet, user yang melakukan proses download adalah proses dimana seorang user meminta / request sebuah file dari sebuah komputer lain (web site, server atau yang lainnya) dan menerimanya. Dengan kata lain, download adalah transmisi data dari internet ke komputer client/pemakai.

Arti istilah Download dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut :
Menerima file dari komputer lain ke komputer Anda. Kegiatan penerimaan data (berupa file) dari komputer lainnya ke komputer lokal yang terhubung dalam sebuah network.

Secara umum dapat diartikan bahwa download adalah untuk menerima file dan upload adalah untuk mengirimkan file. 


Streaming adalah sebuah tekhnologi dimana untuk memainkan file Video atau Audio di Internet secara langsung dari Web Server. Dengan kata lain , file Video atau Audio yang erdapat pada server dapat secara langsung dinikmati setelah ada permintaan dari User untuk menjalankannya, sehingga proses running Video atau Audio yang didownload berupa waktu yang lama dapat dihindari tanpa harus melakukan peyimpanan data terlebih dahulu.


Perbedaan Streaming dan Download
  1. Download
    • Download dan simpan file dalam HD sehingga dapat dinikmati pada saat offline.
    • File dapat dengan mudah dicopy.
    • Tidak bisa real-time.
    • waktu download lama baru file bisa dimainkan.
    • Rawan pembajakan (piracy) tidak ada copyright protection.
  2. Streaming
    • Tinggal Click langsung segera dimainkan.
    • Mendukung live broadcast (karena real time).
    • Mendukung User Control pada saat steaming (seperti memutar tape atau VCR) / User Interactivity.
    • Mendukung Copyright protection.
    • Hanya dapat dilihat pada saat online.
    • File dihapus setelah dimainkan (tidak dapat dimainkan kembali secara offline).


Perbedaan melalui protokol :

Download file menggunakan protokol HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) yang mengupayakan dan menjamin kelengkapan file yang terkirim. Jadi pengakses akan memiliki file yang sama persis dengan yang ada di web server pemilik file.Setiap kali ada bagian data yang tercecer dalam perjalanan dari web server ke komputer tujuan (pengakses), protokol HTTP akan melakukan pengiriman ulang paket yang hilang tersebut. Ketika mendownload data, komputer tidak memedulikan apakah komputer memiliki software yang sesuai untuk memutar file. Demikian pula, protokol HTTP tidak memedulikan seberapa besar file yang akan diambil, apakah sesuai dengan bandwidth yang sedang digunakan. Konsekuensi dari cara kerja protokol HTTP ini adalah besarnya konsumsi waktu proses download.

Streaming menggunakan protokol RTSP (Real Time Streaming Protocol) yang memungkinkan dialog 2 arah antara web server dengan komputer pengakses. Protokol RTSP akan melihat software atau player apa yang sesuai untuk memainkan file. Demikian pula protokol ini akan melihat bandwidth yang sedang digunakan dan memutuskan seberapa besar kualitas audio-video yang akan diberikan pada pengakses. Tentu kualitas ini disesuaikan dengan bandwidth yang sedang digunakan.


sumber :
 

Tuesday, November 12, 2013

Pengertian Database Multimedia

A. PENGERTIAN DATABASE.
Basis data (database) adalah Representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.
Database tersusun atas bagian yang disebut field dan record yang tersimpan dalam sebuah file. Sebuah field merupakan kesatuan terkecil dari informasi dalam sebuah database. Sekumpulan field yang saling berkaitan akan membentuk record.
Tidak dapat dipungkiri bahwa database merupakan media penyimpanan data yang paling banyak digunakan oleh aplikasi-aplikasi yang ada saat ini. Namun, semakin banyaknya aplikasi yang berhubungan dengan data multimedia maka database melakukan perkembangan dari multimedia database. Dalam makalah ini, akan dibahas tentang multimedia database.
 
B. DEFINISI MULTIMEDIA DATABASE.
Sebelum membahas multimedia database, kita harus mengetahui apa saja yang termasuk kedalam data multimedia. Data multimedia diantaranya adalah:
• Citra.
Format Data: Data citra disimpan dalam format JPEG (Joint Picture Experts Group) .
• Audio.
• Video.
Format Data: Data audio & video dalam format MPEG (Moving Picture Experts Group).
– MPEG-1 menyimpan 1 menit video/audio dalam 12.5 megabytes
– MPEG-2 menyimpan 1 menit video/audio dalam 17 megabytes.
Database multimedia merupakan perluasan kemampuan basis data yang dapat menyimpan data tidak hanya text akan tetapi dapat berupa suara, gambar, animasi maupun data multimedia lainnya. Database Multimedia sendiri terdiri dari dua type, yaitu static dan dynamic media.
• Static media : Text, Graphic, Image.
• Dynamic media : Animation, Music, Video, Audio.
Lalu dari pengertian diatas muncul sebuah pertanyaan kenapa harus multimedia database? Apa yang mempengaruhi perkembangan dari multimedia database itu sendiri?
Hal-hal yang mempengaruhi perkembangannya adalah sebagai berikut :
1. Penggunaan komputer semakin luas dan kemampuan komputer semakin meningkat. Selain itu berkembangnya alat alat teknologi yang bisa menangkap display multimedia seperti handicam,kamera digital, scaner dan lainnya. Ditambah lagi media penyimpanan data yang semakin besar.
2. Jaringan komunikasi data dengan kecepatan tinggi yang sudah tersedia saat ini.
3. Semakin banyaknya aplikasi yang berhubungan dengan data multimedia.

C. ISI DARI MULTIMEDIA DATABASE.
Sebuah MMDB harus mengatur beberapa tipe informasi yang berbeda, berkaitan dengan data multimedia yang sebenarnya. Data-data tersebut adalah:
1. Media Data : Aktual data, dapat berupa gambar, audio, vidio yang dicapture, didigitalisasi, diproses, dikompress dan disimpan.
2. Metadata, mendeskripsikan beberapa aspek yang berbeda dari media data:
a) Media Format Data : Berisi informasi tentang format dari media data setelah ditambah, diproses dan diencoding. Sebagai contoh, media format data terdiri dari sampling rate, resolusi, frame rate, skema encoding dan lain-lain.
b) Media keyword data : Berisi deskripsi keyword, biasanya berhubungan dengan pembuatan media data. Contohnya sebuah vidio, biasanya memiliki tanggal, waktu dan tempat merekam. Biasanya disebut juga Content Descriptive Data.
c) Media feature Data : berisi fitur jadi dari media data. Suatu fitur menenetukan media content. sebagai contoh informasi tentang distribusi warna, jenis-jenis tekstur dan perbedaan bentuk yang ditampilkan pada gambar, sering disebut disebut juga content dependent data.

D. STRUKTUR MULTIMEDIA DATABASE.
a. Data Analysis Multimedia
Data disimpan ke dalam database sebagai raw,registering dan descriptive data type. Raw data umumnya direpresentasikan dengan pixel dalam bentuk byte dan bit.
Contoh : dalam image dapat direpresentasikan pixel dan untukmendapatkan image ini perlu diketahui ukuran dari image.
b. Data Modeling.
Data model dikhususkan dalam konseptual design dari multimedia database untuk meng-execute operasi khusus, seperti media object selection, insertion, querying dan retrieval.
c. Data Storage Multimedia.
Data object disimpan ke dalam sebuah database. Ada dua type media, yaitu continuous media (dynamic media) dan non-continuous media (static media). Continuous media memiliki real time property dan disimpan menggunakan storage server yang terpisah sedangkan non-continuous tidak memiliki real time property dan disimpan dalam database dengan meta-information.
d. Data Retrieval
Sasaran terakhir dari MMDB adalah bagaimana mengakses informasi multimedia secara efektif. Berdasarkan tanggapan dalam pengaksesan, object mulitmedia dibagi menjadi dua yaitu object aktif dan pasif. Object aktif adalah object yang berpartisipasi dalam proses retrieval, sedangkan object pasif tidak. Dalam kenyataannya semua object MMDB seharusnya menjadi object aktif.
e. Query Language
Dalam proses DBMS query user diproses dengan mendefinisikan query language sebagai bagian dari DBMS. Multimedia query language harus memiliki kemampuan untuk meng-handle complex, spatial dan temporal relationship. Multimedia query dapat dibagi menjadi sub-group,yaitu keyword querying, semantic querying, dan visual querying.
f. Multimedia communication
Komunikasi merupakan tujuan utama dari sistem informasi.Penyebaran multimedia memungkinkan multi-user untuk berkomunikasi satu sama lain.

E. MENDESIGN MULTIMEDIA DATABASE.
• Mengatur perpedaan tipe input, output dan media penyimpanan
Input:
Images : scaner, digital kamera
Audio : microphon, midi
Vidio : vidio kamera
Output:
Images : monitor, printer
Audio : speaker
Video : monitor dan speaker
• Menangani banyaknya model kompresi data dan format penyimpanan.
Images : bmp,jpeg,
Audio : midi, mp3
Vidio : mpeg, dat, avi
• Mendukung perbedaan platform dan sistem operasi.
Walaupun user dapat menggunakan sistem operasi yang berbeda, tetapi butuh user-level view database yang sama.
• Mengintegrasikan perbedaan data model.
Beberapa data seperti numerik dan text dapat di tangani dengan menggunakan Relasional database model. Tetapi untuk data seperti image dan video lebih baik jika ditangani dengan menggunakan Objek Oriented Data Model. Keduanya digabungkan dalam Multimedia Database.
• Memberikan sistem query yang user friendly untuk beberapa data media yang berbeda.
Contoh : query untuk menampilkan frame sample video , menampilkan klip yang sesuai dengan suatu track audio, deskripsi textual mengunakan keyword.

F. TIPE – TIPE DATABASE MULTIMEDIA.
a) LINKED MULTIMEDIA DATABASE.
Elemen data multimedia tidak disimpan secara langsung, namun yang disimpan hanya link elemen data tersebut, sehingga ukurannya relative kecil.
b) EMBEDDED MULTIMEDIA DATABASE.
Elemen data multimedia disertakan dalam database, sehinggaukurannya relative berat, namun retrival data akan lebih cepatkarna waktu akses data lebih singkat.

DAFTAR PUSTAKA
http://wafdanmusa.blogspot.com/2012/10/review-materi-basis-data-multimedia.html
http://maisya.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/28886/basis-data-multimedia.pdf
http://www.scribd.com/doc/21179651/Multimedia-Database



Teknik Retrival Data Multimedia

Pengertian Information Retrieval


Information Retrieval merupakan bagian dari computer science yang berhubungan dengan pengambilan informasi dari dokumen-dokumen yang didasarkan pada isi dan konteks dari dokumen-dokumen itu sendiri.  

Berdasar beberapa sumber :


Information Retrieval adalah “studi tentang sistem pengindeksan, pencarian, dan mengingat data, khususnya teks atau bentuk tidak terstruktur lainnya.”[virtechseo.com]



“Information Retrieval adalah seni dan ilmu mencari informasi dalam dokumen, mencari dokumen itu sendiri, mencari metadata yang menjelaskan dokumen, atau mencari dalam database, apakah relasional database itu berdiri sendiri atau database hypertext jaringan seperti Internet atau intranet, untuk teks , suara, gambar, atau data “ [Wikipedia]



Information Retrieval adalah “bidang di persimpangan ilmu informasi dan ilmu komputer.  Berkutat dengan pengindeksan dan pengambilan informasi dari sumber informasi heterogen dan sebagian besar-tekstual. Istilah ini diciptakan oleh Mooers pada tahun 1951, yang menganjurkan bahwa diterapkan ke “aspek intelektual” deskripsi informasi dan sistem untuk pencarian (Mooers, 1951). “ [Hersh, 2003]



Di teknologi informasi terdapat istilah data retrieval, selain information retrieval. Dua hal ini sangatlah berbeda. Data retrieval secara umum menentukan dokumen yang tepat dari suatu koleksi data, yang isi dokumen tersebut mengandung keyword di dalam query user, tidak akan pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan informasi user. Berbeda dengan data retrieval, user dari sistem Information Retrieval lebih memperhatikan dalam mendapatkan (retrieve) informasi melalui subyek, daripada retrieve data berdasarkan query yang diberikan, karena user tidak mau tahu bagaimana proses yang sedang berlangsung.
            Perbedaan Information Retrieval dan Data Retrieval

Information Retrieval
Data Retrieval
Berhubungan dengan text bahasa umum yang tidak selalu terstruktur dan ada kemungkinan memiliki kerancuan arti
Berhubungan dengan data, yang mana semantik strukturnya sudah terdefinisikan
Informasi yang diambil mengenai subyek atau topic
Isi dokumen/data mengandung bagian dari keyword
Semantik sering kali hilang
Semantik terdefinisi dengan baik
Kesalahan kecil masih bisa ditorensi
Kesalahan kecil/tunggal dari suatu obyek menunjukkan kegagalan
  

Model yang terdapat dalam Information Retrieval terbagi dalam 3 model besar, yaitu:

  1. Set-theoretic models, model merepresentasikan dokumen sebagai himpunan kata atau frase. Contoh model ini ialah standard Boolean model dan extended Boolean model.
  2. Algebratic model, model merepresentasikan dokumen dan query sebagai vektor atau matriks similarity antara vektor dokumen dan vektor query yang direpresentasikan sebagai sebuah nilai skalar. Contoh model ini ialah vector space model dan latent semantic indexing (LSI).
  3. Probabilistic model, model memperlakukan proses pengembalian dokumen sebagai sebuah probabilistic inference. Contoh model ini ialah penerapan teorema bayes dalam model probabilistik.

Proses dalam Information Retrieval dapat digambarkan sebagai sebuah proses untuk mendapatkan relevant documents dari collection documents yang ada melalui pencarian query yang diinputkan user. 



Proses yang terjadi di dalam Information Retrieval System terdiri dari 2 bagian utama, yaitu Indexing subsystem, dan Searching subsystem (matching system). Proses indexing dilakukan untuk membentuk basisdata terhadap koleksi dokumen yang dimasukkan, atau dengan kata lain, indexing merupakan proses persiapan yang dilakukan terhadap dokumen sehingga dokumen siap untuk diproses. Proses indexing sendiri meliputi 2 proses, yaitu document indexing dan term indexing. Dari term indexing akan dihasilkan koleksi kata yang akan digunakan untuk meningkatkan performansi pencarian pada tahap selanjutnya. Tahap-tahap yang terjadi pada proses indexing ialah:

1.   Word Token

Yaitu mengubah dokumen menjadi kumpulan term dengan cara menghapus semua karakter dalam tanda baca yang terdapat pada dokumen dan mengubah kumpulan term menjadi lowercase.

2.   Stopword Removal

Proses penghapusan kata-kata yang sering ditampilkan dalam dokumen seperti: and, or, not dan sebagainya.

3.   Stemming

Proses mengubah suatu kata bentukan menjadi kata dasar.

4.   Term Weighting

Proses pembobotan setiap term di dalam dokumen.
  
 DAFTAR PUSTAKA

Pengorganisasian Data Multimedia

PENGORGANISASIAN DATA,

Pengorganisasian data dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu :
  1. Bit adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.
  2. Byte adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam memori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah 10101010. Jadi byte adalah kumpulan bit yang membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda). Dengan kombinasi 8 bit, dapat diperoleh 256 karakter (= 2 pangkat 8).
  3. Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data. Field merupakan sekumpulan byte yang mempunyai makna. Contoh: Joni yang merupakan field nama.  Jadi field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu kata.
  4. Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci.
  1. File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang membentuk satu tabel yang berarti,
  1. Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua database umumnya berisi elemen-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu. Jadi, suatu database adalah menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkup perusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu. Contoh suatu database adalah database akademik yang berisi file-file: mahasiswa, dosen, kurikulum, dan jadwal yang diperlukan untuk mendukung operasi sistim informasi akademik.
 Jadi secara singkat Hierarki Data:

Field data : unit terkecil dari suatu data.

Record : kumpulan dari field data yang berhubungan.

File : kumpulan dari record yang berhubungan.

Database : kumpulan dari file yang berhubungan.


STRUKTUR MULTIMEDIA DATABASE.
a. Data Analysis Multimedia
Data disimpan ke dalam database sebagai raw,registering dan descriptive data type. Raw data umumnya direpresentasikan dengan pixel dalam bentuk byte dan bit.
Contoh : dalam image dapat direpresentasikan pixel dan untukmendapatkan image ini perlu diketahui ukuran dari image.
b. Data Modeling.
Data model dikhususkan dalam konseptual design dari multimedia database untuk meng-execute operasi khusus, seperti media object selection, insertion, querying dan retrieval.
c. Data Storage Multimedia.
Data object disimpan ke dalam sebuah database. Ada dua type media, yaitu continuous media (dynamic media) dan non-continuous media (static media). Continuous media memiliki real time property dan disimpan menggunakan storage server yang terpisah sedangkan non-continuous tidak memiliki real time property dan disimpan dalam database dengan meta-information.
d. Data Retrieval
Sasaran terakhir dari MMDB adalah bagaimana mengakses informasi multimedia secara efektif. Berdasarkan tanggapan dalam pengaksesan, object mulitmedia dibagi menjadi dua yaitu object aktif dan pasif. Object aktif adalah object yang berpartisipasi dalam proses retrieval, sedangkan object pasif tidak. Dalam kenyataannya semua object MMDB seharusnya menjadi object aktif.
e. Query Language
Dalam proses DBMS query user diproses dengan mendefinisikan query language sebagai bagian dari DBMS. Multimedia query language harus memiliki kemampuan untuk meng-handle complex, spatial dan temporal relationship. Multimedia query dapat dibagi menjadi sub-group,yaitu keyword querying, semantic querying, dan visual querying.
f. Multimedia communication
Komunikasi merupakan tujuan utama dari sistem informasi.Penyebaran multimedia memungkinkan multi-user untuk berkomunikasi satu sama lain.

DAFTAR PUSTAKA

Arsitektur Basis Data Multimedia

ARSITEKTUR BASIS DATA MULTIMEDIA.
- Berbasis pada Principle of Autonomy :
• Setiap tipe media dikelola dengan cara khusus sesuai dengan tipe media
• Dapat melakukan join antara struktur data berbeda
• Pemrosesan query yang relatif cepat dikarenakan struktur yang khusus
• Satu-satunya pilihan untuk bank data yang legal
- Principle of Uniformity.
• Struktur abstrak tunggal untuk mengindeks semua tipe media
• Abstrak di luar dari bagian yang umum dari tipe media berbeda – metadata
• Struktur hanya satu – implementasi mudah
• Anotasi untuk tipe media berbeda

- Principle of Hybrid Organization
• Hibrid dari dua yg pertama. Tipe media tertentu menggunakan indeks mereka sendiri, sedangkan yang lain menggunakan indeks ‘diseragamkan’.
• Mendapatkan keuntungan dari dua yang pertama
• Join melalui sumber data yang multipel menggunakan indeks mereka sendiri.
 

DAFTAR PUSTAKA
http://wafdanmusa.blogspot.com/2012/10/review-materi-basis-data-multimedia.html
http://maisya.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/28886/basis-data-multimedia.pdf
http://www.scribd.com/doc/21179651/Multimedia-Database